Krama Desa Adat Lembongan Gelar Tari Telek Melampahan

  • 21 Februari 2016
  • Dibaca: 537 Pengunjung
Krama Desa Adat Lembongan Gelar Tari Telek Melampahan

Krama Desa Pakraman Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung pentaskan tarian sakral Telek Melampahan saat upacara Pecaruan Sasih di Catus Pata (Perempatan Agung) pas Hari Raya Kuningan pada Saniascara Kliwon Kuningan, Sabtu (20/2/2016) sore. Pementasan tarian Telek Melampahan ini bermakna melindungi krama dan wewidangan dari marabahaya.

Tarian Telek Melampahan ini menampilkan 6 penari yang semuanya mengenakan topeng, sebagai perwujudan rencang Ida Batara. Telek yang berwarna putih merupakan perwujudan Ida Batara Iswara, sementara Melampahan berarti bercerita. Tarian Telek Melampahan ini mengisahkan tentang upaya Ida Batara Siwa untuk nyomia (menetralisasi) sasap merana (wabah penyakit) di dunia dengan mengutus ancangan (pengiring).
 
Ancangan tersebut masing-masing Telek (perwujudan Ida Batara Iswara), Ratu Gede (barong yang merupakan perwujudan Banaspati Raja), Rarung (berwarna merah sebagai wujud Ida Batara Brahma), Ratu Ayu (rangsa sebagai wujud Ida Batari Uma), Baka (babi hutan sebagai wujud dari Ida Batara Gana)---putra dari Dewi Uma.
 
Sasolahan (pementasan) tarian Telek Melampahan ini digelar sebelum prosesi ritual Pecaruan di Catus Pata Desa Pakraman Lembongan, Sabtu sore mulai pukul 17.00 Wita hingga malam pukul 20.00 Wita. Sebelum dimulai Pecaruan, krama Desa Pakraman Lembongan yang jumlahnya mencapai 1.150 kepala keluarga (KK) lebih dulu melakukan persembahyangan bersama di Pura Dalem. 
 
Usai persembahyangangan di Pura Dalem, dilanjut prosesi nedunang (menurunkan) ancangan Ida Batara Siwa menuju Catus Pata. Setelah berkumpul semua, barulah sasolahan Tari Telek Melampahan dimulai. Diawali dengan pementasan Tari Telek yang dibawakan 4 remaja pria dan 2 penari topeng warna merah dari orang dewasa. Tarian ini sebagai simbolik bahwa prsoses nyomia Ida Batara Siwa bakal segera dimulai. 
 
Habis itu, ancangan Ida Batara Siwa yang berwujud Rarung, Ratu Ayu, Barong, dan Baka untuk melakukan proses nyomia. Menurut Sabha Desa Lembongan, I Nyoman Arya, ritual nyomia Ida Batara Siwa ini digelar krama Desa Pakraman Lembongan 6 bulan sekali (210 hari sistem penanggalan Bali) tiap Kajeng Kliwon Kuningan. Saat itu, semua ancangan Ida Batara Siwa medal (keluar) untuk nyomia sasap merana. 
 
“Rahina tersebut diyakini sebagai puncak untuk melakukan nyomia sasih, karena saat itulah banyak unsur bhuta,” ujar Nyoman Arya yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Kabupaten Badung, Minggu (21/2).
 
”Ketika awal nyomia itu, Dewa Isawara (berwujud Telek) yang pertama-tama tampil, makanya tarian ini dikenal sebagai Telek Melampahan,” lanjut Nyoman Arya yang kemarin didampingi Perbekel Lembongan, I Gede Ketut Arjaya.
 
Alur cerita pementasan Tari Telek Melampahan ini, kata Nyoman Arya, sesuai dengan yang tertulis dalam Lontar Anda Bhuana. Dalam Lontar Anda Bhuana tersebut dikisahkan tentang mitologi nyomia tersebut. Berawal ketika wabah penyakit menerjang gumi saat Kajeng Kliwon Kuningan. 
 
Maka, Ida Batara Siwa mengutus ancangannya, Ida Batara Brahma dalam wujud Rarung untuk melakukan tapa brta di Catus Pata sembari mencari tahu apa penyebab terjadinya merana tersebut. Nah, untuk menguji tapa brata yang dilakukan Rarung, Ida Batara Siwa pun mengutus Baka, yakni Ida Batara Gana dawal wujud sebagau babi hutan. Intinya, Baka diutus untuk menggoda Rarung yang tengah bersemadi (bertapa).
 
“Ternyata, upaya menggoda Rarung tidak berhasil,” beber Nyoman Arya. Karena gagal menggoda Rarung, Baka kemudian minta bantuan kepada Banaspati Raja yakni Ratu Gede dalam wujud barong untuk melakukan upaya serupa. Walhasil, Banaspati Raja berhasil mengganggu tapa brata Rarung.

Karena tapa bratanya diganggu oleh Banaspati Raja, Rarung yang merupakan perwujudan Ida Batara Brahma melapor kepada Dewi Uma dalam kekuatan Durga atau Rangda. Bahkan, Dewi Uma pun berpikir untuk ikut menghadapi godaan Banaspati Raja. Sebelum memutuskan turun hadapi Banaspati Raja, Dewi Uma meminta bantuan dulu kepada anaknya, Ida Batara Gana yang sebelumnya dalam wujud Baka menggoda Rarung.

  • 21 Februari 2016
  • Dibaca: 537 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita